Temukan cerita
Cari tulisan
Hasil

Kita Semua Sedang Menunggu Giliran Pulang
Kabar kematian dua warga binaan yang masih relatif muda dan meninggal dalam waktu yang begitu cepat membuat saya terdiam, kaget, khawatir, dan takut. Dari sana saya kembali diingatkan bahwa kematian tidak mengenal usia, waktu, maupun kesiapan. Kita sering merasa masih memiliki banyak waktu untuk bertaubat dan memperbaiki diri, padahal tidak seorang pun tahu kapan giliran pulang kepada Allah akan tiba. Selama masih diberi kesempatan hidup, mari gunakan untuk memperbaiki diri dan mempersiapkan kepulangan dengan sebaik-baiknya.

Merdeka di Balik Jeruji
Kemerdekaan bukan hanya tentang kebebasan secara fisik, tetapi juga tentang kebebasan hati untuk berubah dan memperbaiki diri. Di balik jeruji Lapas, warga binaan tetap memiliki kesempatan untuk bertaubat, belajar, mendekat kepada Allah, dan menata masa depan. Jeruji mungkin membatasi langkah, tetapi tidak mampu membatasi doa, harapan, dan tekad untuk menjadi manusia yang lebih baik.

Di Balik Dua Kasus Pencurian, Ada Dua Kisah Kehidupan
Dua warga binaan, dua kisah pencurian, dan dua latar belakang kehidupan yang berbeda. Dari perjumpaan di lapas, saya kembali merenungkan tentang pilihan hidup, keluarga, kebutuhan, utang, dan bagaimana sebuah keputusan dapat mengubah masa depan seseorang. Sebagai penyuluh, saya belajar bahwa di balik setiap kesalahan ada kisah yang perlu dipahami, tanpa membenarkan kesalahannya.

Mengapa Saya Menulis : Menemukan Ruang Teduh di Tengah Perjalanan
Catatan tentang perjalanan seorang penyuluh agama yang belajar dari setiap perjumpaan dan kisah kehidupan. Melalui Ruang Teduh Kita, saya ingin berbagi pengalaman, renungan, dan pembelajaran sebagai teman untuk berhenti sejenak, menemukan makna, dan kembali kepada-Nya.